Persekutuan Doa di antara umat percaya membangun persahabatan. Dalam persekutuan doa kita boleh saling berbagi. Kita saling menguatkan dengan mendengarkan keluhan-keluhan anggota persekutuan, bahkan sampai pada hal yang sangat pribadi dan memalukan, kita harus sanggup mendengarnya dan bukan hanya itu saja tetapi dapat menyimpan rapat-rapat rahasia yang diceritakan dalam persekutuan doa, hanya orang-orang yang tergabung dalam persekutuan doa saja yang tahu cerita yang sudah diungkapkan sahabat doa kita.
Karena bila seseorang dapat menceritakan semua beban yang dirasakan dan ditanggungnya, beban itu akan terangkat dan terlepas dari orang yang terbeban, apalagi jika dikuatkan dengan pemberitaan Firman Tuhan dan disertai Doa pengakuan dosa maka akan terjadilah satu kelahiran baru, menjadi manusia ciptaan yuang baru di dalam tubuh Kristus. Sahabat kita ini akan terbebas dan merdeka dari belitan dosa.
Contoh kasus seseorang yang terbelit hutang, mulanya hutang itu mungkin dapat menolong, tetapi jika tidak dikelola dengan baik maka hutang akan membelit orang tersebut sampai dia jatuh tergeletak tak sanggup nagun dan bergerak. Begitu jahat dan sangat mengerikan belitan ikatan hutang ini. Hampir tidak mungkin seseorang dengan kekuatannya sendiri terlepas dari belitan hutang ini. Inilah alat yang ampuh bagi setan untuk melumpuhkan umat-umat Tuhan. Bila sejak awal ada seorang sahabat yang terlibat hutang sebaiknya bisa di share dan ditolong sehingga sebisa mungkin sahabat kita ini jangan berhutang. Karena bila kita menjumpai ada satu sahabat kita yang sedang lemah dan cepat-cepat kita tolong, sehingga dia boleh cepat pulih, maka dia tidak perlu mengalami kepahitan dari belitan hutang yang sungguh-sungguh menyakitkan. Karena bagaikan sudah terperosok sangat dalam ke dalam lumpur hisap, akan sangat memerlukan orang yang banyak dan kuat untuk menariknya keluar dari lumpur tersebut. Karena kalau seorang diri kita berusaha mengangkat sahabat kita dari lumpur hisap, salah-salah kita yang tertarikdan terlempar masuk ke dalam lumpur tersebut, begitulah perumpaan bagi orang yang sudah tenggelam dalam lumpur hutang. Rasanya hopeless dan orang yang ingin menolongnyapun ngeri jangan-jangan akan jatuh miskin gara-gara sahabat kita itu.
Memang harus dilihat penyebabnya orang tersebut terbelit hutang. Adajuga memang karena kesalahannya sendiri, misalnya karena berjudi. Orang yang berhutang karena judi dapat saja menjual istri dan anak-anaknya menjadi budak dan bahkan dirinya terjual menjadi budak. Kalau orang macam begini keluarganya aja yang kita tolong dan dia sendiri biarkan saja dulu sampai dia bertobat baru bisa kita tolong. Karena seorang penjudi, kalau dia tidak bertobat, akan berat kita tolong. Tolonglah dia bebaskan dari keterikatannya kepada judi. Hawa nafsu judinya itu haruslah dikubur dalam-dalam sebelum hidupnya sendiri terkubur dalam kuburan judi. Setelah dia bebas dari keterikatan judinya dan dia bertobat barulah bisa kita tolong dia untuk kembali membangun hidup barunya didalam Kristus. Bilamana dia tidak bertobat sungguh sia-sia menolongnya karena semua pertolongan akan dibuangnya kembali ke meja judi.
Jangan putus asa dan setengah-setengah kalau kita menolong orang. Kebanyakan orang memakai metode termudah memberikan sumbangan sekedarnya saja dan tidak mau terlibat lebih jauh lagi takut kebawa susah, " pokoknya aku sudah tolong kamu yah, adanya segini, kamu jangan minta lagi yah, pokoknya aku tidak mau dibuat susah kamu yah", begitulah kata-kata yang sering kita dengar.
Fungsi persekutuan doa di sini lebih berfokus pada pengajaran Firman Tuhan dan bimbingan nasehat dan doa dan juga terlibat mengusahakan makanan yang secukupnya lebih dulu bagi orang ini dan keluarganya, karena seringkali yang menjadi korban itu keluarganya, jadi utamakan menolong keluarganya lebih dulu. Bimbing orang ini sepanjang dia bisa dibimbing dan dinasehati, jika tidak kita doakan saja dulu bersama keluarganya, biarlah sampai Tuhan sendiri yang menjamah dan menyelamatkannya, terkadang kita harus menyerahkan persoalan kepada Tuhan dan biarka Tuhan yang bekerja menyelesaikan persoalan kita, tujuannya agar kita dapat menyaksikan perbuatan ajaib dari Tuhan